Selasa, 11 Agustus 2020

Belajar dari Covid



Ikatan Guru Indonesia
Sudah hampir satu semester covid merambah di bumi nusantara ini, ribuan jiwa melayang, banyak keluarga yang terombang-ambing dengan munculnya makhluk kecil tapi membinsakan itu. Tak sedikit yang mengeluh karena penghasilan berkurang, bahkan ada yang tidak bisa kemana-mana karena khawatir tertular oleh virus tersebut. Sekolah pun memilih diliburkan untuk memutus rantai penyebaran covid. Sedih memang, pilu rasanya, namun apalah daya semua telah terjadi, tak bisa ditolak lagi, dan tak ada yang tak mungkin jika Allah sudah menghendaki pasti akan terjadi. 

Namun, bukan berarti kita hanya menerima begitu saja, tentu harus ada usaha yang harus dilakukan. Kenyataannya dari awal muncul si covid pun, pemerintah telah berusaha menjalankan berbagai cara, sampai sekarang tanpa henti. Berbagai lapisan masyarakat pun saling mendukung agar covid cepat minggat dari negeri tercinta ini. Covid membawa bencana, dampak negativ yang ditimbulkan covid sangat banyak. Terutama dalam perekonomian masyarakat yang mengalami kemunduran dan juga pendidikan mengalami hal yang serupa. Anak-anak sekolah tidak lagi belajar tatap muka langsung dengan gurunya, melainkan melalui pembelajaran jarak jauh. Yang mempunyai sarana prasarana pembelajaran online, belajarnya melalui daring. Tetapi, bagi daerahnya yang kurang mendukung selain kurangnya sarana dan prasarana juga kemampuan guru di bidang IT belum tentu semua bisa. Walaupun sebenarnya merupakan sebuah kewajiban guru untuk selalu menambah wawasan dan pengetahuannya apalagi di zaman serba tekhnologi sekarang ini, jangan samapai guru terkalahkan oleh mesin. Ditambah dengan musibah yang sedang menimpa, guru harus mempersiapkan diri memberikan pelajaran melalui media sosial. begitu juga dengan guru yang berada di wilayah yang kurang terjangkau internet sekalipun tetap harus bisa memberikan pembelajaran jarak jauhnya semenarik mungkin. agar anak yang belajar dari rumah tidak bosan dan mudah memahami materi dan tugasnya. juga diharapkan tidak membebani orang tua mereka. yang tentunya, tidak semua orang tua dapat memahami materi dan tugas anak-anaknya. 

Dibalik musibah, kalau kita jalani dengan ikhlas insya Allah membawa berkah. Pemerintah menurunkan dana untuk yang terkena dampak covid, banyak yang telah menerima bantuan dari pemerintah secara langsung. Semua ada hikmahnya, setiap siswa pun merasakan kedekatan dengan keluarganya terutama orang tuanya. Bagi orang tua, bisa menyadari betapa tidak mudahnya mendidik anak, hanya satu atau dua anaknya yang dididik di rumah, bagaimana dengan guru-guru yang mendidik dan membimbing anak-anak mereka. Guru pun dapat memetik hikmah dari covid ini, dengan adanya pembelajaran jarak jauh, mereka lebih meningkatkan inovasi pembelajarannya. Mengembangkan dirinya melalui pelatihan-pelatihan online, dan tidak sedikit yang berlomba membuat media-media pembelajaran yang interaktif. salah satu dari sekian banyak penyedia pembelajaran online adalah Ikatan Guru Indonesia (IGI). 

Saya yang merupakan salah satu guru, tak mau ketinggalan untuk mengembangkan diri, menambah wawasan dan keterampilan teruatama di bidang IT. Oleh karena itu saya mendaftar menjadi anggota IGI, dan sekarang sedang mengikuti kegiatan SAGUSABLOG yang merupakan salah satu kanal yang ada di IGI. Tepatnya kegiatan Sagusablog Dasar 46, yang dilaksanakan dari tanggal 10 sampai dengan 16 Agustus 2020. Setiap anggota IGI bisa mengikuti semua kegiatan dengan gratis, syaratnya memiliki KTA IGI. Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan tersebut, selain materinya yang sudah tersusun rapi juga para instrukturnya sangat keren, selalu memberikan masukan dan bimbingan dengan sabar. Apalagi Mr. Mung dengan kata-kata dahsyatnya semoga Allah memberikan kemudahan dalam segala urusan,, Aamiin", membuat saya semakin bersemangat dalam mengerjakan tugas. Uniknya lagi di IGI ini, setiap dalam kegiatan jika peserta telah selesai mengerjakan tugas satu boleh mengerjakan tugas selanjutnya, bahkan jika sudah menyelesaikan seluruh tugasnya sesuai dengan ketentuan, langsung dinyatakan lulus tanpa menunggu selesai waktu pelatihan. Hal ini membuat peserta lain menjadi termotivasi untuk menyelesaikan tugasnya.

Berawal dari kegiatan belajar mengajar dipindahkan dari rumah karena corona, setiap guru dituntut untuk bisa memberikan pelajaran dari jarak jauh. Akhirnya saya mengenal IGI dan bisa membuat blog seperti sekarang ini. Ternyata tidak semua bencana berdampak negatif saja tapi ada juga sisi baiknya. Intinya, jika mendapatkan musibah kita harus tetap bersabar dan terus berusaha untuk keluar dari musibah tersebut. Dan harus yakin, semua yang menurut kita buruk, tapi dalam pandangan Allah itu baik. Belajarlah dari covid, ambil hikmahnya agar kehidupan kita tidak dipenuhi rasa was-was. yakin jika Allah kehendaki, covid akan berlalu. Aamiin....



Klik video di atas...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RPP MTK Kelas 6 Semester 1

 Berikut ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran mata pelajaran matematika kelas 6 semester satu tentang "Bilangan Bulat Negatif...